Informasi Wilayah

Inovasi Dan Prestasi

Bioflok adalah teknologi budidaya ikan / udang intensif yang memanfaatkan bakteri baik (probiotik) untuk mengubah limbah budidaya (feses, sisa pakan) menjadi gumpalan organik (flok) yang bernutrisi tinggi bagi ikan. Sistem ini mengandalkan aerasi kuat dan kontrol C/N rasio untuk menciptakan lingkungan yang ramah lingkungan, hemat air, dan hemat pakan.


Latar belakang isu ketahanan pangan berakar pada kebutuhan mendesak untuk memenuhi kebutuhan pangan yang cukup, aman, dan bergizi bagi jumlah penduduk yang terus bertambah. Isu ini dipicu oleh alih fungsi lahan pertanian, perubahan iklim, serta kerawanan pangan. Kompleksitasnya melibatkan aspek ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas.


Berikut adalah poin-poin utama latar belakang isu ketahanan pangan:

  1. Pertumbuhan Penduduk : Peningkatan jumlah penduduk yang pesat menuntut ketersediaan pangan yang lebih besar secara berkelanjutan.
  2. Alih Fungsi Lahan Pertanian : Berkurangnya lahan produktif menjadi permukiman atau industri mengurangi produksi pangan domestik.
  3. Perubahan Iklim : Cuaca ekstrem dan tidak menentu sering menyebabkan gagal panen, mengganggu stabilitas ketersediaan pangan.
  4. Aksesibilitas dan Daya Beli : Kemiskinan dan ketimpangan ekonomi membuat sebagian masyarakat kesulitan menjangkau atau membeli pangan yang bergizi.
  5. Ketergantungan pada Komoditas Tertentu : Ketergantungan tinggi pada satu jenis pangan (misalnya beras) membuat ketahanan pangan rentan.


Rapat Koordinasi Kewilayahan (Rakorwil) adalah pertemuan strategis untuk menyelaraskan kebijakan dan sinergi antar unsur pemerintah (kelurahan/kecamatan), keamanan, dan masyarakat. Agenda ini bertujuan menyamakan persepsi, mengevaluasi program pembangunan, mengantisipasi masalah keamanan (seperti tawuran), dan memperkuat koordinasi dengan RT/RW. Rakorwil berperan krusial dalam memastikan kebijakan pemerintah daerah (tingkat kota/kabupaten) berjalan efektif hingga ke tingkat akar rumput.


Berikut adalah poin-poin penting terkait rapat koordinasi kewilayahan:

  • Tujuan Utama : Menyatukan pemahaman, menyelaraskan langkah, dan merencanakan tindakan bersama dalam wilayah tertentu.
  • Peserta : Umumnya dihadiri oleh aparat kelurahan/kecamatan, Unit PTSP, Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Bimas dan Babinsa, Pengurus RT/RW, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) , Karang Taruna.
  • Agenda Bahasan:
  • Keamanan & Ketertiban : Antisipasi tawuran, gangguan keamanan, dan ketertiban umum.
  • Pembangunan & Sosial : Evaluasi program kerja, pembangunan infrastruktur, dan pengelolaan sampah.
  • Sosial Kemasyarakatan : Masalah sosial, perencanaan kegiatan rutin, dan pembaruan data warga.
  • Waktu Pelaksanaan : Jadwal agenda rutin sesuai kesepakatan antrian dengan durasi yang efisien (sekitar 2-3 jam).
  • Hasil yang Diharapkan : Peningkatan sinergi antara pemerintah dan elemen masyarakat untuk menjaga stabilitas sosial dan efektivitas program wilayah tepat dan berjalan baik sampai di tingkat RT / RW.


Jumat Keliling (Jumling) adalah program kegiatan sosial yang dilakukan secara rutin pada hari jum'at dengan melaksanakan Giat silaturahmi ke masyarakat dan warga sesuai jadwal sekaligus pemeriksaan sarang jentik di lokasi yang sudah dijadwalkan dengan pelaksanaan tersebut.


Hal utama dilaksanakan Kegiatan Jum'at Keliling adalah menjadikan wadah yang apresiatif antara masyarakat dengan pemerintah untuk tetap terjalin sinergitas dalam membangun wilayah yang lebih baik dari hari ke hari demi tercapainya lingkungan dengan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat).


Agar berkehidupan dengan lingkungan yang sehat akan berdampak baik pula pada perkembangan dalam bermasyarakat yang ada di lingkungan Kota Bambu Selatan.


Berikut adalah poin penting terkait kegiatan Jumat Keliling:

  • Pendekatan Humanis: Menjadi sarana dialog langsung antara pemimpin (Lurah) selaku pemangku wilayah beserta jajaran dengan masyarakat setempat.
  • Sosialisasi Program: Kepala daerah sering menggunakan momen ini untuk memaparkan capaian atau program pembangunan daerah.
  • Lokasi Bergilir: Kegiatan dilaksanakan rutin setiap Jumat secara bergilir di wilayah RW sesuai jadwal yang telah disepakati.